Seorang anak bisa saja menghafal banyak pelajaran.
Namun, apa yang terjadi ketika ia harus menunggu giliran?
Ketika melakukan kesalahan?
Ketika harus menghargai orang lain atau menyelesaikan tanggung jawabnya?
Di situlah pendidikan memiliki makna yang lebih luas.
Pendidikan bukan hanya tentang seberapa banyak yang diketahui anak. Pendidikan juga tentang bagaimana ia bersikap ketika menjalani kehidupan.
Di Sekolah Karakter Al-Biruni, nilai-nilai tersebut dirangkum dalam 18 Sikap:
Mutu, Hormat, Jujur, Bersih, Kasih Sayang, Sabar, Syukur, Ikhlas, Disiplin, Tanggung Jawab, Khusyuk, Rajin, Berpikir Positif, Ramah, Rendah Hati, Istiqomah, Taqwa, dan Qanaah.
Namun, karakter tidak cukup hanya diperkenalkan.
Anak perlu mengalaminya.
Belajar sabar saat menunggu giliran. Belajar jujur ketika berani mengakui kesalahan. Belajar tanggung jawab saat menyelesaikan tugas.
Kebiasaan-kebiasaan kecil itulah yang perlahan membentuk karakter.
Dan anak tidak belajar hanya dari apa yang dikatakan kepada mereka.
Mereka belajar dari apa yang mereka lihat.
Karena itu, penerapan 18 Sikap tidak hanya menjadi tanggung jawab siswa. Guru dan karyawan juga menjadi bagian dari lingkungan yang sama—melalui cara berbicara, bekerja sama, menghargai orang lain, dan menjalankan tanggung jawab.
Karakter memang tidak terbentuk dalam satu hari.
Ia tumbuh perlahan, melalui kebiasaan yang dilakukan berulang kali.
Melalui 18 Sikap, Sekolah Karakter Al-Biruni percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang membantu anak menjadi lebih pintar.
Tetapi juga tentang menemani mereka bertumbuh menjadi manusia yang siap menjalani kehidupan.

